Artikel Cerita Kuliner bersama Nasi Goreng Yangzhou & Lion’s Head Meatballs
🍚 Nasi Goreng Yangzhou (扬州炒饭)
Sejarah
Nasi goreng Yangzhou (扬州炒饭) adalah hidangan nasi goreng klasik yang berasal dari kota Yangzhou di Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Hidangan ini terkenal karena kaya akan rasa dan berwarna-warni. Masakan ini biasanya dimasak dengan nasi yang telah dimasak 1 hari sebelumnya dan ditambah telur, daging chasiu, udang, kacang polong, wortel, dan daun bawang.
Teknik menggoreng nasi sudah terkenal dari Dinasti Sui (581-618 M). Pada tahun 1754-1815 yaitu pada masa Dinasti Qing, hidangan ini termodernisasi menjadi versi nasi goreng yang kita kenal yaitu hidangan yang ditambahkan lauk seperti udang, ham Cina, dan daging cincang.
Nasi goreng ini sekarang menjadi makanan sehari-hari yang sederhana dan dinikmati serta disajikan di restoran-restoran Tiongkok. Hidangan ini sekarang menjadi ikon kuliner masakan Huiyang yang menekankan keseimbangan rasa dan keindahan penyajian
Filosofi
Dalam masa Tiongkok salah satu filosofi yang penting adalah 色香味俱全. Hal ini mengartikan bahwa sebuah masakan yang baik adalah masakan yang memiliki keseimbangan antara warna(色), aroma(香), dan rasa(味). Warna pada makanan Yangzhou Fried rice terdapat pada nasi yang berwarna kuning keemasan, lauk-lauk yang berwarna-warni, dan sayuran yang berwarna putih/hijau. Sedangkan aroma berasal dari penggunaan wajan dengan panas tinggi yaitu teknik “wok hei” yang membuat nasinya wangi. Untuk rasa berasal dari komposisi nasi, telur, dan lauk pauk serta sayuran dan pengaturan saus yang tidak terlalu berat atau ringan. Yang terakhir adalah filosofi dasar yaitu keharmonisan di mana setiap bahan harus berkontribusi tanpa mendominasi secara berlebihan. Hal ini mengajarkan bahwa keindahan lahir dari perpaduan dan keteraturan. Selain itu, masakan ini juga menggambarkan prinsip hidup orang Jiangsu yaitu kesederhanaan–tidak berlebihan, tapi tetap bernilai tinggi. Setiap butir nasi yang ada pada masakan menjadi simbol kerja keras dan ketepatan waktu.
Fun Fact 🍀
• Nama “Yangzhou” lebih merujuk pada simbol pusat kuliner Jiangsu, bukan asal tunggal hidangan ini.
• Pada tahun 2015, koki di Yangzhou membuat lebih dari 4 ton nasi goreng untuk memecahkan rekor dunia, tetapi rekor dibatalkan karena sebagian hidangan diberikan untuk pakan hewan.
• Chef Tionghoa sering menggunakan nasi goreng Yangzhou sebagai tes keterampilan bagi koki baru.
🦁 Lion’s Head Meatballs (狮子头)
Sejarah
Masakan Lion’s Head Meatballs lahir dari tradisi kuliner Huaiyang di Provinsi Jiangsu. Dalam catatan kuliner Dinasti Qing, hidangan ini disebut “bola daging babi yang besar dengan lemak dan daging”, nama tersebut berasal dari bentuknya yang menyerupai kepala singa penjaga kuil. Sementara pada Dinasti Tang dynasty (618-907 M) terdapat cerita bahwa pada pesta salah satu bangsawan, hidangan tersebut dinamai “lion’s head” karena bentuk dan penyajiannya. Selain itu pada zaman Dinasti Sui (569-618 M) disebut bahwa ketika kaisar melakukan pelayaran di kanal besar dan pejabat di Yangzhou menyajikan hidangan yang dikenal sebagai “sunflower chopped meat” (葵花斩肉) yang kemudian bertransformasi ke hidangan ini. Kota Yangzhou dan Zhenjiang sama-sama mengakui bahwa versi kukus atau putih dari Yangzhou, tetapi versi merah atau hong shao dari Zhenjiang.
Seiring waktu, Lion’s Head sudah menjadi hidangan perayaan di berbagai rumah tangga Tiongkok Timur. Setiap keluarga memiliki variasinya sendiri, ada yang menambahkan kastanya air untuk tekstur renyah, jamur untuk aroma, atau sayuran rebus untuk keseimbangan. Hidangan ini menyatukan cita rasa lembut, kaldu yang dalam, dan makna simbolis yang kuat yaitu kekuatan, kebersamaan, dan keberuntungan.
Filosofi
Lion’s Head adalah lambang kekuatan dan perlindungan keluarga. Dalam budaya Tionghoa, singa penjaga dianggap membawa keberanian serta mengusir energi negatif serta sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan perlindungan. Hidangan ini sering disajikan di tengah meja keluarga besar, menandakan persatuan, kemakmuran, dan keberuntungan. Proses memasak yang lambat mencerminkan nilai kesabaran dan perhatian terhadap detail seperti membina hubungan keluarga yang hangat dan harmonis. Dalam setiap suapan, ada pesan bahwa kelembutan bukan kekerasan.
Fun Fact 🍀
• Ukuran besar bola daging memang disengaja agar menyerupai kepala singa penjaga kuil.
• Beberapa restoran modern membuat versi mini bernama “Lion Cub Meatballs”.
• Di perayaan Tahun Baru Imlek, Lion’s Head dipercaya membawa keberuntungan dan kebersamaan bagi keluarga.
✨ Dua hidangan klasik Jiangsu ini bukan hanya tentang rasa, tapi juga kisah, filosofi, dan budaya yang menghangatkan hati. ✨