Pemain Mahjong – Kelompok 4

Pendahuluan


Penilaian Mandarin kali ini cukup unik. Kami diberikan kesempatan untuk belajar budaya Cina, khususnya permainan tradisional Mahjong. Sebelumnya, saya hanya sering mendengar tentang Mahjong dari film atau cerita orang lain, tetapi belum pernah benar-benar memainkannya. Melalui tugas ini, kami tidak hanya belajar cara bermain, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.


Apa itu Mahjong?


Mahjong adalah permainan tradisional asal Tiongkok yang menggunakan serangkaian ubin berhiaskan simbol-simbol khas. Pada umumnya, permainan ini dimainkan oleh empat orang. Tujuan dari permainan ini adalah menyusun ubin untuk membentuk serangkaian set yang lengkap. Selain seru, permainan ini juga menggabungkan keterampilan, perhitungan, dan keberuntungan.



Sejarah


Banyak orang mengira bahwa Mahjong ditemukan ribuan tahun yang lalu. Bahkan, ada mitos yang menghubungkannya dengan seorang filsuf Tiongkok kuno yakni Kong Hu Cu (Confucius). Konon katanya, Confucius menciptakan Mahjong pada tahun 500 SM dan menyertakan ajaran filosofis ke dalamnya. Salah satu legenda mengatakan bahwa tiga ubin naga pada Mahjong melambangkan tiga keutamaan Kong Hu Cu. Pertama, merah (中, zhōng) melambangkan kebaikan hati. Selanjutnya, hijau (發, fā) melambangkan ketulusan. Terakhir, putih (白, bái) melambangkan kesetiaan keluarga. Mitos ini juga mengatakan bahwa nama “Mahjong” yang berarti “burung pipit” berasal dari cinta Confucius akan burung.


Di sisi lain, fakta sejarah menunjukkan bahwa Mahjong baru muncul di akhir abad ke-19. Penelitian menemukan catatan tertua Mahjong berasal dari tahun 1880-an di kawasan Shanghai, Tiongkok. Permainan ini diduga berkembang dari permainan kartu Tiongkok sebelumnya (seperti permainan Mádiào). Awalnya, Mahjong dimainkan kalangan bangsawan dan terpelajar di Tiongkok, namun lama-kelamaan popularitasnya semakin meningkat. Pada tahun 1920-an, permainan ini pun dibawa para pedagang ke Amerika dan negara Asia lainnya. Alhasil, Mahjong menjadi permainan yang dapat dinikmati dan dikenal seluruh dunia.


Nilai Budaya


Selain sejarahnya yang panjang, Mahjong penuh dengan nilai-nilai budaya Tiongkok. Permainan ini mengajarkan keseimbangan antara strategi dan keberuntungan. Selain itu, Mahjong juga melatih kesabaran, daya ingat, dan kegesitan. Dalam komunitas Tionghoa, Mahjong tidak hanya sebatas hiburan, melainkan bagian dari tradisi keluarga yang sering dimainkan pada acara khusus seperti Imlek.


Dalam bahasa Tionghoa, “Mahjong” sendiri berarti burung pipit. Nama ini berasal dari suara “klik-klak” ubin saat dikocok yang terdengar seperti kicauan burung. Ubin-ubin Mahjong dihiasi dengan karakter dan simbol yang memiliki makna tersendiri.


Filosofi dan makna simbolik setiap kelompok ubin:

  1. Lingkaran (筒, Tóng)
    Ubin ini bergambar lingkaran-lingkaran yang mewakili koin tembaga kuno, melambangkan uang dan rezeki. Kelompok dasar ini menggambarkan keberuntungan finansial.
  2. Bambu (索, Suǒ)
    Ubin ini menampilkan batang-batang bambu yang melambangkan pertumbuhan dan fleksibilitas. Suit ini juga dikaitkan dengan keseimbangan hidup. Ubin “1 Bambu” biasanya bergambar burung pipit sebagai simbol nama Mahjong itu sendiri.
  3. Karakter (萬, Wàn)
    Ubin ini menampilkan karakter “萬” yang berarti “sepuluh ribu”. Suit ini melambangkan kelimpahan dan kesempurnaan.
  4. Angin (風, Fēng)
    Terdiri dari empat ubin: Timur (東), Selatan (南), Barat (西), dan Utara (北). Keempatnya melambangkan arah mata angin, musim, dan keseimbangan alam. Dalam permainan, posisi “Timur” dianggap paling penting karena pemain di sisi ini menjadi dealer utama dan simbol angin keberuntungan.
  5. Naga
    Meliputi Naga Merah (中) untuk peruntungan besar dan kemurahan hati, Naga Hijau (發) untuk kemakmuran dan ketulusan, serta Naga Putih (白) untuk kemurnian.
  6. Bunga dan Musim
    Terdiri dari empat bunga (prem, anggrek, krisan, bambu) dan empat musim (semi, panas, gugur, dingin). Mewakili keindahan, harmoni, dan siklus kehidupan.

Strategi Permainan


Dalam permainan Mahjong, ada beberapa kombinasi dasar yang dapat dicapai:

  1. Chow (順子), urutan tiga ubin berangka berurutan dalam satu jenis kelompok dasar. Chow hanya bisa dibuat dari kelompok dasar angka (Karakter/Bambu/Lingkaran), karena honors tidak bernomor. Untuk membentuk chow, pemain bisa mengambil ubin buangan dari pemain tepat di sebelah kirinya. Chow berguna untuk menyusun set secara cepat, namun bernilai terendah.
  2. Pung (刻子), kombinasi tiga ubin identik. Pung dapat dibentuk dari kelompok dasar apa pun termasuk angin/naga. Untuk menyelesaikan kombinasi ini, pemain dapat meneriak “Pung!” dan mengambil ubin buangan siapapun.
  3. Kong (槓子), kombinasi empat ubin identik. Setelah melakukan Kong, pemain harus mengambil satu ubin ekstra dari ujung dinding. Kong memberikan poin bonus cukup besar, dan biasanya langsung dibuka agar pemain mendapat ubin tambahan.
  4. Pair (眼), kombinasi sepasang ubin identik. Kombinasi pair tidak bisa di-claim dari buangan kecuali jika ubin itu membuat pemain menang.

Langkah Permainan


Persiapan (Set Up)

  1. Penentuan Posisi dan Dealer – Sebelum mulai, tentukan posisi duduk keempat pemain sesuai mata angin. Cara mudah, kocok keempat ubin angin tertutup, tiap pemain ambil satu untuk menentukan siapa duduk di Timur, Selatan, Barat, dan Utara. Cara lain, semua pemain dapat melempar dadu; nilai tertinggi di Timur, berikutnya Selatan, Barat, dan Utara. Posisi Timur sekaligus dianggap sebagai dealer.
  2. Menyusun Ubin – Semua 144 ubin diletakkan tertelungkup di tengah meja. Ubin diaduk rata hingga cukup acak. Setelah itu, ubin disusun menjadi dinding di depan masing-masing pemain. Tiap pemain membuat dinding dua lapis, 18 ubin panjang sehingga terbentuk persegi tertutup.
  3. Membagi Ubin – Dealer melempar dadu untuk menentukan dari mana dinding dibuka. Kemudian, pembagian dimulai: setiap pemain mengambil 13 ubin dari dinding secara bergilir. Karena dealer memulai, di akhir bagi, dealer akan mendapatkan 14 ubin sedangkan pemain lainnya hanya 13 ubin.

Permainan

  1. Giliran Mengambil/Membuang – Permainan dimulai oleh dealer dengan membuang satu ubin yang dirasa tidak diperlukan. Setelah itu, giliran berlanjut searah jarum jam. Pemain selanjutnya mengambil satu ubin dari dinding, lalu membuang satu. Dengan ini, jumlah ubin pada setiap pemain tetap 13.
  2. Mengklaim Ubin Buangan – Setiap kali sebuah ubin dibuang, ada kesempatan pemain lain untuk mengambilnya sebelum giliran berlanjut dan apabila ubin itu melengkapi kombinasi di tangannya. Jika terjadi klaim, pemain yang mengambil ubin harus menunjukkan kombinasi yang dibentuk. Lalu, ia harus membuang satu ubin dari tangan dan permainan dilanjut dari posisinya.
  3. Membentuk Kombinasi – Dengan berjalannya permainan, ubin yang tersedia akan semakin berkurang. Pemain harus memutuskan set atau kombinasi apa yang mau dibentuk.
  4. Permainan Selesai – Ronde berakhir jika seseorang berhasil menyusun kombinasi lengkap atau jika semua ubin di dinding habis diambil. Pemain yang menang segera menunjukkan tangannya serta menyerukan “Mahjong!”.

Pengalaman Pribadi


Seperti yang saya katakan sebelumnya, sebelum penilaian ini, saya sebenarnya sudah sering mendengar tentang permainan Mahjong. Bahkan, saya sering melihat permainan Mahjong yang dimainkan ibu saya pada tabletnya. Namun, saya sendiri belum pernah benar-benar mencoba memainkannya. Saat pertama kali melihat ubin-ubinnya yang penuh dengan simbol dan angka, saya sempat merasa bingung dan kewalahan. Saya tidak tahu harus mulai dari mana dan bagaimana cara memainkannya dengan benar.


Untungnya, ada guru dan teman-teman yang sabar menjelaskan aturan dasarnya. Mereka menunjukkan bagaimana setiap pemain mendapatkan tiga belas ubin, cara mengambil dan membuang ubin, serta bagaimana membentuk kombinasi yang disebut chow, pong, dan kong. Setelah beberapa menit mendengarkan penjelasan mereka dan mencoba ikut bermain, saya mulai menyadari bahwa permainan ini tidak serumit yang saya kira. Saya pun mulai menikmatinya.


Untungnya, ada guru dan teman-teman yang sabar menjelaskan aturan dasarnya. Mereka menunjukkan bagaimana setiap pemain mendapatkan tiga belas ubin, cara mengambil dan membuang ubin, serta bagaimana membentuk kombinasi yang disebut chow, pong, dan kong. Setelah beberapa menit mendengarkan penjelasan mereka dan mencoba ikut bermain, saya mulai menyadari bahwa permainan ini tidak serumit yang saya kira. Saya pun mulai menikmatinya.


Ketika pertandingan dimulai dalam kelompok, saya merasa cukup percaya diri., Saya langsung berusaha mengumpulkan tiga set yang masing-masing terdiri dari empat ubin. Saya pikir semakin banyak ubin dalam satu set, semakin besar peluang untuk menang. Namun ternyata, strategi itu justru membuat saya kesulitan. Set yang saya kumpulkan terlalu lama terbentuk, dan akhirnya saya kalah dalam percobaan pertama.


Setelah kalah, saya mulai memperhatikan cara teman-teman saya bermain. Dari situ saya belajar bahwa strategi yang lebih realistis adalah mengumpulkan empat set yang terdiri dari tiga ubin saja. Selain itu, saya juga baru mengetahui bahwa dalam permainan ini kita bisa mengambil ubin dari lawan dengan mengucapkan “Chow!” atau “Pong!” jika ubin tersebut melengkapi kombinasi milik kita.


Pada ronde berikutnya, saya mencoba menerapkan apa yang sudah saya pelajari. Saya memperhatikan setiap ubin yang dibuang, dan memanfaatkan kesempatan untuk mengambil ubin yang saya butuhkan. Perlahan-lahan set saya terbentuk dengan rapi, hingga akhirnya saya berhasil mendapatkan kemenangan pertama saya.


Penutup


Melalui pengalaman belajar ini, saya dapat memahami nilai budaya yang terkandung dalam permainan Mahjong. Dengan permainan ini, saya belajar pentingnya keseimbangan antara keberuntungan dan usaha, serta perhitungan dan intuisi. Saya senang karena dapat menikmati proses pembelajaran dengan cara yang menyenangkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *