Di SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, diadakan penilaian pelajaran Mandarin yang diperoleh melalui pertandingan mahjong antar kelas serta dari side quest yang ada seperti memasak. Nilai kompetisi mahjong akan didapatkan melalui pertandingan antar kelas yang dilakukan pada 6 Oktober 2025. Nilai akan diperoleh berdasarkan juara yang didapatkan seperti juara 1 mendapatkan nilai 100, juara 2 mendapatkan 97,5 juara 3 mendapatkan nilai 95, hingga juara 11–13 mendapatkan nilai 89. Nilai memasak akan diperoleh melalui penilaian yang dilakukan oleh para guru yang mencicipi masakan kelas saya.
12 September 2025
Sebelum pertandingan antar kelas, kelas-kelas harus menentukan perwakilan kelas untuk bertanding pada kompetisi mahjong dengan cara melakukan pertandingan antar teman kelas yang dilakukan setiap hari Jumat pada minggu ke 2 hingga minggu ke 4 bulan September. Pada tanggal 12 September 2025, kelas kami mengadakan uji coba bermain mahjong agar beberapa anak dapat memahami aturan-aturan mahjong yang ada. Setelah itu, dimulai pertandingan untuk menentukan siapa yang mewakilkan kelas saya, yaitu kelas XII-C2. Untuk pada tanggal ini, pertandingan ini bukan bersifat seleksi, melainkan untuk mempersiapkan siapa yang akan masuk ke dalam kelompok 1C dan 2C, di mana juara 1 dan juara 2 pada pertandingan tanggal 12 September akan dimasukkan kedalam kelompok 1C dan 2C, kemudian mereka akan menunggu giliran pertandingan yang akan diadakan pada tanggal 19 September 2025. Jadi, juara 1 dari kelompok 1A dan 1B akan melawan juara 1 dan 2 dari kelompok 1C yang merupakan hasil tanding 12 September 2025 dan juara 1 dari kelompok 2A dan 2B akan melawan 1 dan 2 dari kelompok 2C yang juga merupakan hasil tanding 12 September 2025). Saya pada saat itu memainkan 1 ronde melawan teman kelas saya. Pertandingan terjadi cukup lama hingga tile mahjong yang tersedia untuk membuat kombinasi hampir habis. Pada saat itu, saya dan lawan-lawan saya semua kekurangan 1 atau 2 tile lagi untuk dapat memenangkan pertandingan tersebut, akan tetapi kami tidak cukup beruntung. Setelah beberapa menit, akhirnya saya mendapatkan tile yang saya butuhkan dan akhirnya saya mengucapkan “wu” untuk menyatakan bahwa saya telah berhasil membuat kombinasi yang dibutuhkan, sehingga saya mendapatkan juara 1, sedangkan teman saya, Aerton mendapatkan juara 2.

19 September 2025
Setelah itu, pertandingan dilanjutkan pada tanggal 19 September 2025, di mana terdapat bracket yang dibagikan di mana saya berada pada kelompok 2C dan harus menunggu kelompok 2A dan 2B bertanding dulu dalam kelompoknya, kemudian juara 1 dari kelompok 2A dan 2B akan bertanding dengan juara 1 dan juara 2 pada tanggal 12 September. Sayangnya pada ronde kali ini, saya kalah telak karena Aerton dapat menyusun kombinasi lebih cepat daripada saya. Pada saat itu saya kekurangan 2 pola tile yang saya butuhkan agar dapat memenangkan permainan. Walaupun kalah, saya tetap merasa senang dan menikmati permainan mahjong ini karena menurut saya yang terpenting bukan tentang menang atau kalahnya. Sensasi merasa tertantang untuk berpikir cepat saat bermain dan mencoba mencari pola-pola yang dibutuhkan dengan cepat adalah hal-hal yang membuat saya menyukai dan menikmati permainan mahjong.
26 September 2025
Pada hari Jumat tanggal 26 September 2025, kelas saya mendapatkan giliran untuk memasak makanan cina serta melanjutkan kompetisi mahjong sebagai bentuk penilaian pelajaran bahasa mandarin. Pada saat hari tersebut, saya bertugas sebagai saksi mata pada pertandingan mahjong. Saksi mata memiliki tugas untuk mengawasi jalannya pertandingan apakah sesuai aturan yang ada atau tidak. Saya pada hari itu mengawasi sebanyak 3 ronde permainan. Ronde pertama dimenangkan oleh James karena berhasil membuat pola terlebih dahulu. Pada saat mengawasi permainan tersebut, saya merasa bahwa pertandingan itu cukup intens karena semua pemain di situ hampir memenangkan pertandingannya jika mereka mendapatkan 1 tile yang mereka inginkan. Setelah itu, ronde kedua dimenangkan oleh Jaylin di mana pertandingan diselesaikan dengan cukup cepat. Kemudian, ronde ketiga dimenangkan oleh James, sehingga James mewakilkan kelas saya untuk melakukan pertandingan mahjong antar kelas.

Di saat yang bersamaan, beberapa guru yang datang ke stan kelas saya juga akan memberikan penilaian secara objektif pada pertandingan mahjong di mana penilaian berbasis CCVV. CCVV merupakan singkatan dari Compassion, Competence, Vincentian Virtues, and Virtues & Spirit. Compassion akan mengukur sportivitas dan empati, competence akan mengukur kemampuan bermain dan strategi, Vincentian Virtues akan mengukur kejujuran dan kerendahan hati, dan Virtues & Spirit mengukur kebersamaan angkatan. Setiap kriteria memiliki nilai dalam rentang 1–5, 1 berarti nilai pada kriteria tersebut sangat buruk, sedangkan 5 berarti nilai pada kriteria tersebut sangat baik. Penilaian ini dilakukan oleh para guru yang menonton pertandingan mahjong. Beberapa penilaian guru adalah sebagai berikut.
- Pak Tri memberikan nilai 5 untuk Compassion, 4 untuk Competence, 5 untuk Vincentian Virtues, dan 4 untuk Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Pak Tri, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas dan empati yang baik, kemampuan strategi yang cukup baik, serta kejujuran dan semangat kebersamaan yang sangat baik.
- Bu Octavia memberikan nilai 5 untuk Compassion, 5 untuk Competence, 5 untuk Vincentian Virtues, dan 5 untuk Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Bu Octavia, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas, kemampuan strategi, kejujuran, dan semangat kebersamaan yang sangat baik.
- Bu Lidia memberikan nilai 5 untuk Compassion, Competence, Vincentian Virtues, dan Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Bu Lidia, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas, kemampuan strategi, kejujuran, dan semangat kebersamaan yang sangat baik.
- Bu Dinda memberikan nilai 4 untuk Compassion, Competence, Vincentian Virtues, dan Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Bu Dinda, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas, kemampuan strategi, kejujuran, dan semangat kebersamaan yang baik.
- Bu Maya memberikan nilai 4 untuk Compassion dan Competence, 5 untuk Vincentian Virtues dan Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Bu Maya, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas dan kemampuan strategi yang baik, serta kejujuran dan semangat kebersamaan yang sangat baik.
- Bu Monica memberikan nilai 5 untuk Compassion dan Competence, 4 untuk Vincentian Virtues dan Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Bu Monica, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas, kemampuan strategi, kejujuran, dan semangat kebersamaan yang baik.
- Bu Diyah memberikan nilai 5 untuk Compassion, Competence, Vincentian Virtues, Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Bu Diyah, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas, kemampuan strategi, kejujuran, dan semangat kebersamaan yang sangat baik.
- Bu Grani memberikan nilai 5 untuk Compassion, Competence, Vincentian Virtues, Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Bu Grani, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas, kemampuan strategi, kejujuran, dan semangat kebersamaan yang sangat baik.
- Bu List memberikan nilai 5 untuk Compassion, Competence, Vincentian Virtues, Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Bu List, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas, kemampuan strategi, kejujuran, dan semangat kebersamaan yang sangat baik.
- Bu Soesri memberikan nilai 5 untuk Compassion, Competence, Vincentian Virtues, Virtues & Spirit. Hal ini berarti menurut Bu Soesri, para pemain mahjong secara keseluruhan menunjukkan sportivitas, kemampuan strategi, kejujuran, dan semangat kebersamaan yang sangat baik.

Di waktu yang bersamaan, teman-teman saya yang lain sedang memasak masakan cina. Masakan cina yang kelas kami pilih yaitu “Yangzhou Fried Rice” (扬州炒饭) yang berasal dan “Lions Head” (狮子头) yang keduanya berasal dari provinsi Jiangsu (江苏). Pada saat jeda waktu pertandingan mahjong, saya kadang-kadang melihat sebentar teman-teman saya yang sedang memasak makanan dan menurut saya teman-teman saya sangat fokus sekali dan hal yang paling mengesankan adalah mereka dapat bekerja sama dengan baik. Setiap orang memiliki tugasnya masing-masing, ada yang sedang sibuk memotong bahan, ada yang sedang menggoreng, ada yang sedang mendesain booth, dan lain sebagainya. Setelah jerih payah yang dilakukan oleh teman-teman saya, akhirnya masakannya pun telah siap untuk dicicipi oleh para guru. Kerja keras mereka membuahkan hasil di mana masakan mereka mendapatkan feedback yang sangat baik dari para guru. Penilaian ini didapatkan berdasarkan memberikan penilaian menggunakan poin melalui 5 kriteria utama yaitu pertama, pelayanan siswa terhadap guru dengan poin maksimal sebesar 30 poin. Kedua, kenyamanan di lingkungan stan dengan poin maksimal 15. Ketiga, kebersihan di lingkungan stan dengan poin maksimal 20. Keempat, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan dengan poin maksimal 10. Terakhir, CCVV (Compassion, Competence, Vincentian Virtues, and Virtues & Spirit) dengan poin maksimal 20.

- Pak Tri memberikan total nilai sebesar 91 di mana nilai tersebut diperoleh dari 30 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 18 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 8 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 20 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Pak Tri, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan cukup baik, dan penerapan CCVV sangat baik.
- Bu Octavia memberikan total nilai sebesar 93 di mana nilai tersebut diperoleh dari 29 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 20 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 9 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 20 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Bu Octavia, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan sangat baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan sangat baik, dan penerapan CCVV sangat baik.
- Bu Lidia memberikan total nilai sebesar 95 di mana nilai tersebut diperoleh dari 30 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 20 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 10 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 20 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Bu Lidia, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan sangat baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan sangat baik, dan penerapan CCVV sangat baik.
- Bu Dinda memberikan total nilai sebesar 93 di mana nilai tersebut diperoleh dari 30 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 20 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 10 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 18 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Bu Dinda, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan sangat baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan sangat baik, dan penerapan CCVV sangat baik.
- Bu Maya memberikan total nilai sebesar 95 di mana nilai tersebut diperoleh dari 30 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 20 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 10 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 20 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Bu Maya, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan sangat baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan sangat baik, dan penerapan CCVV sangat baik.
- Bu Monica memberikan total nilai sebesar 86 di mana nilai tersebut diperoleh dari 30 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 18 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 8 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 15 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Bu Monica, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan cukup baik, dan penerapan CCVV baik.
- Bu Diyah memberikan total nilai sebesar 95 di mana nilai tersebut diperoleh dari 30 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 20 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 10 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 18 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Bu Diyah, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan sangat baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan sangat baik, dan penerapan CCVV sangat baik.
- Bu Grani memberikan total nilai sebesar 95 di mana nilai tersebut diperoleh dari 30 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 20 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 8 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 20 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Bu Diyah, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan sangat baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan sangat baik, dan penerapan CCVV sangat baik.
- Bu List memberikan total nilai sebesar 95 di mana nilai tersebut diperoleh dari 30 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 20 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 10 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 20 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Bu List, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan sangat baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan sangat baik, dan penerapan CCVV sangat baik.
- Bu Soesri memberikan total nilai sebesar 95 di mana nilai tersebut diperoleh dari 30 poin dari pelayanan siswa terhadap guru, 15 poin dari kenyamanan di lingkungan stan, 15 poin dari kebersihan di lingkungan stan, 10 poin dari kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan, dan 18 poin dari CCVV. Hal ini berarti menurut Bu Soesri, pelayanan siswa terhadap guru sangat baik, kenyamanan lingkungan stan sangat baik, kebersihan di lingkungan stan baik, kepuasan terhadap makanan yang dihidangkan sangat baik, dan penerapan CCVV sangat baik.

6-8 Oktober 2025
Pada tanggal 6-8 Oktober 2025 akan diadakan pertandingan mahjong antar kelas di mana perwakilan setiap kelas adalah sebagai berikut.
- Joken – kelas XII A1
- Kenneth – kelas XII A2
- Monic – kelas XII A3
- Jazmine – kelas XII A4
- Kenneth – kelas XII A5
- Christo – kelas XII B1
- Gaby – kelas XII B2
- Mireil – kelas XII C1
- James – kelas XII C2
- Kenzhiro – kelas XII D1
- Mike – kelas XII D2
- Jose – kelas XII E
- Bradley – kelas XII F
Kemudian, urutan pertandingan adalah sebagai berikut.
-
Waktu: Senin, 6 Oktober 2025, Istirahat 1
Lokasi tanding: kelas XII F
Kelas yang Bertanding: A2, D2, A1 -
Waktu: Senin, 6 Oktober 2025, Istirahat 2
Lokasi tanding: Kelas XII A1
Kelas yang Bertanding: A5, D1, B1 -
Waktu: Selasa, 7 Oktober 2025, Istirahat 1
Lokasi tanding: Kelas XII A3
Kelas yang Bertanding: F, A4, C1 -
Waktu: Selasa, 7 Oktober 2025, Istirahat 2
Lokasi tanding: Kelas XII D1
Kelas yang Bertanding: A3, B2, C2, E -
Waktu: Rabu, 8 Oktober 2025, Istirahat 1
Lokasi tanding: Kelas XII A2
Kelas yang Bertanding: 4 Pemenang dari Pertandingan Sebelumnya
Setelah itu, diperoleh hasil juara pertandingan sebagai berikut.
Juara 1: Kenneth – XII A5
Juara 2: Monic – XII A3
Juara 3: Kenneth – XII A2
Juara 4: Mireil – XII C1
Juara 5: James – XII C2
Juara 6: Jose – XII E
Juara 7: Gaby – XII B2
Juara 8: Jazmine – XII A4
Juara 9: Christo – XII B1
Juara 10: Kenzhiro – XII D1
Juara 11: Bradley – XII F
Juara 12: Joken – XII A1
Juara 13: Mike – XII D2
Pesan dan Kesan
Menurut saya, acara kompetisi mahjong dan memasak ini benar-benar menjadi momen yang sangat berharga di semester ini. Pertandingan mahjong memberikan saya pengalaman yang seru dan menantang karena setiap pemain harus berpikir cepat dan menyusun strategi dengan baik. Walaupun sempat mengalami kemenangan dan kekalahan, yang paling penting bagi saya adalah pengalaman berharga dan rasa kebahagiaan yang ada selama pertandingan berlangsung. Selain itu, kegiatan memasak makanan cina juga tidak kalah menarik. Melihat teman-teman saya dapat bekerja sama dan memiliki semangat yang tinggi dmembuat saya merasa senang menjadi bagian dari kelas XII-C2. Hasil masakan yang mendapat banyak pujian dari para guru menjadi bukti bahwa kerja keras dan kebersamaan dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Acara ini terasa semakin spesial karena mengingat dalam beberapa bulan lagi kami akan lulus dari sekolah ini. Walaupun masih berada di semester 1 kelas 3, saya merasa momen ini menjadi kenangan indah yang sulit dilupakan di mana dari sini kami bisa belajar dan bersenang-senang sebelum benar-benar meninggalkan Sinlui.
